Sabtu, 14 April 2012

Lintasan Sejarah Singkat Komando Resor Militer 012/Teuku Umar


Makorem 012 Teuku Umar

  1. PEMBENTUKAN.
Komando Resor Militer disingkat Korem adalah merupakan salah satu unsur struktur organisasi Kodam. Ini berarti bahwa sejarah pertumbuhan dan perkembangan Korem 012/Teuku Umar tidak terlepas dari sejarah Kodam  I / Iskandar Muda.
Dalam rangka penyempurnaan organisasi Kodam I/Iskandar Muda, dibentuklah Korem cc yang berkedudukan di meulaboh untuk wilayah aceh barat dan aceh selatan. Pembentukan Korem cc diresmikan pada tanggal 30 mei 1962 yang sekaligus ditetapkan sebagai hari ulang tahunnya, yang setiap tahun diperingati.
Dengan pertimbangan taktis dan strategis serta effisiensi, pangdam I/Iskandar Muda melalui surat keputusan no.Skep / 00172 / V /1963, Korem cc dirubah nama menjadi Korem 012/Teuku Umar yang diresmikan langsung oleh Kasdam I/Iskandar Muda pada kesempatan ulang tahun satuan yang pertama pada tanggal 30 mei 1963.  Bersamaan dengan itu, Korem 012/Teuku Umar membawahi 3 Kodim terdiri dari Kodim 0101/Abes, Kodim 0105/Abar dan Kodim 0107/Asel.
Pada tahun 1984 likuidasi Kodam I/Iskandar Muda. Dan berdasarkan perintah operasi pangdam I/Iskandar Muda nomor :  I / IX / 1984  tanggal 30 september 1984 Korem 012/Teuku Umar melaksanakan  perpindahan    dari   meulaboh   ke Banda Aceh dengan dilengkapi satu batalyon infanteri teritorial 112/Dharma Jaya.

Dengan terbentuknya kembali Kodam Iskandar Muda  pada tanggal 29 januari 2002, Korem 012/Teuku Umar membuat pos komando taktis di Meulaboh yang penggunaannya diresmikan pada tanggal 22 juli 2002 oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI M. Djali Yusuf.

Selanjutnya pada tanggal 29 Nopember 2004 telah dibentuk Yonif 115/ Macan Louser dan Yonif 116/ Garda Samudra sebagai batalyon infanteri khusus serta dibentuk 2 Kodim yaitu Kodim 0109/ Aceh Singkil dan Kodim 0110/Abdya. Berdasarkan surat telegram Pangdam IM nomor STR/73/2005 tanggal 8 April 2005 Yonif 115/Macan Louser dan Yonif 116/Garda Samudra sebagai Batalyon infantri khusus melaksanakan alih kodal berada di bawah pembinaan, pengawasan dan pengendalian Korem 012/Teuku Umar. Kemudian berdasarkan surat keputusan kasad nomor Kep/21/VI/ 2006 tanggal 26 juni 2006 telah dibentuk 3 Kodim yaitu Kodim 0112/Sabang, Kodim 0114/Aceh Jaya dan Kodim 0115/Simeulue.
Sehingga sampai sekarang ini Korem 012/Teuku Umar telah membawahi  8 Kodim dan 2 batalyon infantri terdiri dari Kodim 0105/Aceh Barat berkedudukan di Meulaboh dan Kodim 0107/Aceh Selatan berkedudukan di Tapaktuan, Kodim 0109/Aceh Singkil berkedudukan di Singkil dan Kodim 0110/Abdya berkedudukan di Blang Pidie, Kodim 0112/Sabang berkedudukan di Sabang, Kodim 0114/Aceh Jaya berkedudukan di Calang, Kodim 0115/Simeulue berkedudukan di Simeulue, dan Kodim 0116/Nara berkedudukan di Nagan Raya. Sedangkan Batalyon yang ada adalah Yonif   115/Macan Louser berkedudukan di Pasiraja Aceh Selatan dan Yonif 116/Garda Samudra berkedudukan di Alue Peunyaring Aceh Barat.

Ii.     Penganugerahan lambang kesatuan
  1. Penganugerahan lambang satuan Korem 012/Teuku Umar dilakukan oleh kasdam I/Iskandar Muda, bersamaan waktunya dengan peresmian nama Korem cc menjadi Korem 012/Teuku Umar pada hut pertama Korem 012/Teuku Umar tanggal 30 mei 1963 di meulaboh.     Lambang kesatuan Korem 012/Teuku Umar diberi nama “Dhuaja Bhakti Gara” adalah merupakan kebanggaan korps yang dijunjung tinggi, hakekat penganugrahan suatu lambang satuan  adalah  berdasarkan  hasil nilai prestasi serta kemampuan melaksanakan tugas suatu kesatuan.

  1. Penjelasan nama Korem dan dhuaja bhakti gara dari komando resor militer 012/Teuku Umar.
Nama Korem   adalah Korem 012/Teuku Umar. Maksud Teuku Umar adalah seorang pahlawan nasional asal aceh yang menjadi kebanggaan rakyat aceh dalam usahanya      untuk      membebaskan      bumi      Aceh     dari cengkeraman kolonialisme penjajah, dan padanya tersimpul sifat-sifat sebagai berikut :
  1. Keberanian
  2. Kepemimpinan  (leadership)
  3. Keahlian dalam berperang serta patriotisme yang tinggi.

Nama dhuaja Korem 012/Teuku Umar adalah Bhakti Gara artinya :
-       Terdiri dari dua kata  “Bhakti” dan “Gara”
-       Bhakti adalah pengabdian yang tulus ikhlas tanpa pamrih.
-       Gara singkatan dari “Sanggamara” yang berarti : menolak segala mara bahaya yang datang.
-       Bhakti Gara berarti pengabdian yang tulus ikhlas yang dilahirkan oleh hati nurani yang suci untuk menolak sangga mara (segala mara bahaya) yang datang.
Logo Korem 012/Teuku Umar terdiri dari :
-       sirih warna hijau.
Dikalangan masyarakat aceh dipergunakan dalam upacara adat yang melambangkan perdamaian dan kerukunan untuk mengikat suatu perjanjian, sirih diharuskan ada sebagai lambang “ranup peukong haba”.
-       padi warna kuning emas  yang berjumlah 30 butir merupakan lambang kemakmuran, tanggal  30 yaitu tanggal lahir Korem 012/Teuku Umar.
  1. Cengkeh warna coklat merupakan hasil bumi yang menjadi sumber penghidupan rakyat aceh di kabupaten aceh besar, aceh barat dan aceh selatan.

-       cengkeh berjumlah lima butir melambangkan bulan kelahiran Korem 012/Teuku Umar yakni bulan mei.
-       lada warna putih berjumlah 62 butir sebagai tahun terbentuknya Korem 012/Teuku Umar.
-       buku warna putih buku hikayat yang membangkitkan semangat perang aceh/sabil terdapat pedang mata hitam, gagang warna merah tua, bernama pedang “oen teubee” pedang daun tebu mengandung makna sebagai komando dimulainya pertempuran sesuai dengan pantunnya  “meunyo peudeung oen teubee ka meugunci tanda komando prang ka geumulai”, bila pedang daun tebu telah dikunci, menandakan bahwa komando perang telah dimulai.
  1. Wujud dari logo Korem berupa nyiru (tampi) rangkaian padi, cengkeh dan lada sungguhpun berbeda-beda tetapi tetap satu dalam tujuan menjalin satu perpaduan yang kompak. Dalam 200 tahun yang lalu di aceh telah dilaksanakan demokrasi pemerintah yang dilakukan atas dasar musyawarah untuk mufakat.

Kesimpulan pada lambang satuan Korem 012/Teuku Umar adalah adanya sifat kepemimpinan yang dimiliki Teuku Umar ditambah dengan  buku  hikayat  perang  sabil,  buku – buku  yang membangkitkan semangat perang dengan peudeng oen teubee maju ke medan perang untuk menegakkan dan mempertahankan perdamaian, kerukunan yang dilambangkan dengan daun sirih, dan tercapainya perdamaian dan kerukunan maka terwujudlah kemakmuran yang    dilambangkan   padi,    cengkeh   dan   lada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar